Prevents from peer pressure they can have in regular school
Good at communicating with all ages
An abundance of knowledge to gain
Prepares for life learning instead of grades
Homeschooling has many advantages that might not possible to have in the traditional formal school system. Psychologists around the world claim that learning can be much better if you move at your own pace. All children have their own capacity to understand the topic, but we believe that they must learn together at the same speed as their peers in one classroom.
On the other side, alternative schooling or homeschooling appears to be a great platform to learn and grow. Homeschooling gives the time to learn that children should have based on their capacities. It prevents them from huge peer pressure they unconsciously have on them. Study shows that many children go through huge depression just because of the peer pressure they have in their school environment. They (and often parents) start comparing themselves with other children or copy their friends which isn’t really healthy.
Homeschoolers have shown to be better in communication than those kids who attain formal school. Informal school, children are only exposed to their age, whereas in homeschooling they can meet adults more frequently which brings more maturity within them. They are likely to be more confident to talk to their neighbor’s uncle, relatives and most importantly with parents. This is something that all parents are concerned about, isn’t it?
Homeschooling does not limit learning. In other words, homeschoolers are free to choose what they are interested in learning. Whether its academic subjects or extracurricular activities, it’s absolutely up to them. A variety of options build their self-esteem and create a positive attitude toward learning. Now think about how someone can learn (in school) when they don’t really enjoy going to school in the first place. Change their attitude about learning and see the result.
We would be happy to share more about homeschooling.
Good Luck and Thanks!
Recent Post
Indonesian
Anak Kurang Mendapat Perhatian di Kelas Besar? Microschool Kini Hadir di Bali
Pernah merasa anak kita sebenarnya pintar, tapi seperti tenggelam di kelas yang terlalu ramai? Guru baik, fasilitas oke, tapi karena muridnya banyak, perhatian jadi terbagi. Akhirnya anak yang butuh support lebih malah jadi kurang terpantau.
Kalau ini yang sedang Anda rasakan, mungkin sudah waktunya kenal lebih dekat dengan konsep microschool dan kabar baiknya, sekarang sudah hadir di Bali.
Di sekolah konvensional, satu kelas bisa diisi 25–35 siswa. Artinya, waktu guru untuk setiap anak sangat terbatas.
Beberapa hal yang sering terjadi:
Anak yang pemalu jadi makin diam
Anak yang cepat belajar jadi kurang tertantang
Anak yang butuh waktu lebih jadi tertinggal
Guru fokus ke kurikulum, bukan kebutuhan personal
Bukan berarti sistem lama salah. Tapi faktanya, setiap anak itu beda. Gaya belajar beda. Kecepatan paham beda. Minatnya pun beda.
Microschool: Sistem Belajar dengan Perhatian Lebih Personal
Microschool hadir dengan konsep kelas kecil (small group), biasanya hanya beberapa siswa dalam satu kelas. Dengan jumlah murid yang lebih sedikit, guru bisa benar-benar mengenal setiap anak.
Di JA School Bali, pendekatan ini dibuat supaya:
Anak lebih percaya diri untuk bertanya
Guru bisa menyesuaikan cara mengajar sesuai karakter siswa
Pembelajaran lebih interaktif, bukan hanya duduk dan mendengar
Fokus bukan cuma nilai, tapi juga perkembangan karakter dan skill
Jadi bukan sekadar sekolah kecil, tapi sistem belajar yang lebih dekat dan lebih peduli.
Cocok untuk Anak Seperti Apa?
Microschool biasanya sangat cocok untuk:
Anak yang butuh perhatian lebih
Anak yang cepat bosan di kelas besar
Anak yang punya minat khusus dan ingin dikembangkan
Orang tua yang ingin lebih terlibat dalam perkembangan anak
Karena suasananya lebih nyaman dan tidak terlalu formal, anak biasanya lebih enjoy. Belajar jadi terasa seperti eksplorasi, bukan tekanan.
Kenapa Microschool Jadi Tren di Bali?
Bali punya komunitas yang unik banyak keluarga lokal maupun internasional yang mencari sistem pendidikan fleksibel, global, dan tetap personal.
Orang tua sekarang tidak hanya bertanya: “Nilainya berapa?”
Tapi juga: “Anak saya berkembang tidak? Dia percaya diri tidak? Dia siap menghadapi masa depan tidak?”
Microschool menjawab pertanyaan itu dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman sekarang.
Belajar Lebih Dekat, Berkembang Lebih Cepat
Bayangkan anak Anda berada di lingkungan belajar yang:
Gurunya benar-benar mengenal karakternya
Punya ruang untuk bertanya dan berekspresi
Tidak merasa tertinggal atau terlalu tertahan
Didorong untuk berpikir kritis dan mandiri
Itulah tujuan microschool hadir di Bali.
Karena pada akhirnya, pendidikan bukan soal siapa yang paling cepat selesai materi. Tapi siapa yang paling siap menghadapi masa depan.
Kalau Anda ingin tahu apakah sistem microschool cocok untuk anak Anda, mungkin sekarang waktu yang tepat untuk cari tahu lebih jauh.
Karena setiap anak berhak mendapatkan perhatian yang cukup — bukan hanya tempat duduk di kelas.
Micro School Internasional di Bali: Pilihan Sekolah yang Lebih Personal untuk Anak Anda
Sekarang ini, Bali bukan cuma dikenal sebagai tempat liburan. Banyak keluarga dari berbagai negara memilih tinggal di sini, dan otomatis kebutuhan akan sekolah internasional yang berkualitas juga semakin meningkat. Tapi orang tua zaman sekarang tidak hanya mencari sekolah internasional saja. Mereka juga ingin tempat belajar yang nyaman, personal, dan benar-benar memperhatikan perkembangan anak.
Di sinilah konsep micro school mulai banyak dilirik. Dan Jakarta Academics di Bali menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.
Kalau disederhanakan, micro school adalah sekolah dengan jumlah siswa yang lebih sedikit di setiap kelas. Jadi bukan kelas besar dengan puluhan murid, melainkan kelas kecil yang membuat guru bisa lebih fokus ke masing-masing anak.
Dengan sistem seperti ini, anak tidak hanya duduk, mendengarkan, lalu pulang. Mereka lebih aktif berdiskusi, lebih berani bertanya, dan lebih diperhatikan perkembangan akademik maupun karakternya.
Banyak orang tua menyukai konsep ini karena anak merasa lebih “dikenal”, bukan sekadar menjadi salah satu nama di daftar absensi.
Kenapa Konsep Ini Cocok di Bali?
Bali punya komunitas yang sangat beragam. Ada keluarga lokal, ekspatriat, digital nomad, hingga keluarga yang sering berpindah negara. Kondisi seperti ini membuat sekolah perlu lebih fleksibel dan adaptif.
Model micro school internasional seperti yang diterapkan Jakarta Academics memberikan kombinasi yang pas: kurikulum berstandar global, tapi dengan pendekatan belajar yang lebih personal.
Anak tetap mendapatkan kualitas pendidikan internasional, namun dalam suasana yang lebih hangat dan tidak kaku.
Jakarta Academics Bali: Sekolah Internasional dengan Pendekatan Lebih Dekat
Jakarta Academics di Bali menawarkan kurikulum internasional yang diakui secara global, sehingga siswa memiliki kesempatan besar untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Namun yang membuatnya berbeda bukan hanya kurikulumnya. Lingkungan belajarnya dirancang agar siswa merasa nyaman, percaya diri, dan didukung secara maksimal. Dengan kelas yang lebih kecil, guru bisa memahami gaya belajar setiap anak dan membantu mereka berkembang sesuai potensinya.
Selain itu, suasana multikultural di sekolah juga membantu anak terbiasa dengan lingkungan global sejak dini. Mereka belajar bukan hanya dari buku, tapi juga dari interaksi dan pengalaman.
Pendidikan Bukan Hanya Soal Nilai
Saat ini, banyak orang tua mulai sadar bahwa pendidikan bukan hanya soal ranking atau angka di rapor. Yang lebih penting adalah bagaimana anak bisa berpikir kritis, percaya diri, mampu berkomunikasi dengan baik, dan siap menghadapi dunia yang terus berubah.
Konsep micro school membantu menciptakan lingkungan yang mendukung hal-hal tersebut. Anak tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan diri secara menyeluruh.
Bagi keluarga yang tinggal di Bali atau sedang mempertimbangkan pindah ke Bali, memilih sekolah internasional dengan pendekatan yang lebih personal seperti Jakarta Academics bisa menjadi langkah yang tepat untuk masa depan anak.
Kunjungi dan Rasakan Langsung Pengalamannya
Memilih sekolah adalah keputusan besar. Karena itu, melihat dan merasakan langsung suasana belajarnya sangat penting.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang Jakarta Academics Bali atau ingin menjadwalkan kunjungan, tim kami siap membantu Anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Karena pada akhirnya, memilih sekolah bukan hanya tentang hari ini tetapi tentang masa depan anak Anda.
Pearson Edexcel vs Cambridge untuk Homeschooling Internasional di Jakarta
Memilih kurikulum internasional adalah salah satu keputusan penting bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak. Saat ini, dua kurikulum paling populer di dunia adalahPearson Edexcel dan Cambridge International Education. Keduanya digunakan dalam program IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) dan menjadi jalur utama menuju universitas global.
Namun, banyak orang tua masih bingung: mana yang lebih cocok untuk anak? Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan Pearson Edexcel vs Cambridge secara mendalam agar dapat memilih dengan tepat.
IGCSE adalah kualifikasi pendidikan internasional setara dengan GCSE di Inggris dan biasanya diambil oleh siswa usia 14–16 tahun. Program ini digunakan di lebih dari 100 negara dan diakui oleh universitas global.
Baik Pearson Edexcel maupun Cambridge menyediakan kurikulum IGCSE yang mempersiapkan siswa untuk: