Anak saya sebenarnya bisa bahasa Inggris. Kalau menonton YouTube atau bermain game, dia bisa mengerti. Bahkan kadang dia menggunakan bahasa Inggris ketika berbicara. Tapi kenapa kalau belajar di kelas justru sulit fokus dan sering tidak memahami pelajarannya?
Pertanyaan seperti ini mungkin cukup familiar bagi banyak orang tua.
Tidak sedikit anak yang terlihat nyaman dengan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, tetapi ketika bahasa tersebut digunakan untuk belajar, situasinya bisa berubah. Mereka mulai kehilangan fokus, kesulitan mengikuti instruksi, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami materi yang diberikan guru.
Hal ini sering membuat orang tua bertanya-tanya apakah anaknya memang kurang fokus, kurang serius belajar, atau bahkan tertinggal dibandingkan teman-temannya.
Padahal, belum tentu demikian.
Bisa jadi masalahnya bukan karena anak tidak mampu belajar. Mereka mungkin hanya membutuhkan cara belajar dan lingkungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ketika Anak Terlihat Tidak Fokus, Jangan Langsung Menyalahkan Anak
Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak fokus ketika belajar. Ketika mereka mulai melihat ke luar jendela, berbicara dengan teman, atau tidak menyelesaikan tugas, reaksi pertama yang muncul mungkin adalah meminta mereka untuk lebih serius.
Namun, sebelum mengatakan bahwa anak tidak fokus, ada baiknya kita melihat lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi.
Apakah materinya terlalu sulit? Apakah mereka sudah memahami pelajaran sebelumnya? Apakah mereka merasa bosan karena materi terlalu mudah? Atau mungkin mereka sebenarnya ingin bertanya tetapi tidak cukup percaya diri untuk mengatakannya?
Setiap kemungkinan membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Seorang anak yang tidak fokus karena tidak memahami materi membutuhkan bantuan yang berbeda dengan anak yang kehilangan fokus karena materi tersebut terlalu mudah baginya. Jika keduanya mendapatkan pendekatan yang sama, hasilnya tentu belum tentu optimal.
Karena itu, memahami alasan di balik perilaku anak menjadi bagian penting dari proses belajar.
Setiap Anak Memiliki Cara Belajar yang Berbeda
Di dalam satu kelas, kemampuan dan karakter siswa bisa sangat beragam. Ada anak yang cepat memahami penjelasan guru hanya dengan mendengarkan. Ada yang membutuhkan contoh visual agar konsepnya lebih mudah dipahami. Ada juga yang baru benar-benar mengerti setelah mencoba sendiri atau berdiskusi dengan teman.
Tidak ada satu cara belajar yang selalu berhasil untuk semua anak.
Itulah mengapa personalised learning menjadi semakin penting dalam pendidikan modern. Pendekatan ini bukan berarti setiap siswa mendapatkan pelajaran yang sepenuhnya berbeda, tetapi guru memiliki kesempatan untuk memahami perkembangan masing-masing siswa dan memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ketika guru mengetahui bahwa seorang siswa masih kesulitan memahami konsep tertentu, mereka dapat memberikan penjelasan tambahan atau pendekatan yang berbeda. Sebaliknya, jika seorang siswa sudah memahami materi dengan cepat, mereka dapat diberikan tantangan yang lebih sesuai dengan kemampuannya.
Dengan begitu, anak tidak merasa terus-menerus tertinggal, tetapi juga tidak mudah merasa bosan.
Small Class Bisa Membantu Guru Lebih Mengenal Siswa
Jumlah siswa di dalam kelas juga dapat memengaruhi bagaimana guru memberikan perhatian.
Dalam kelas yang sangat besar, tidak selalu mudah bagi guru untuk mengetahui apakah setiap siswa benar-benar memahami materi. Seorang anak bisa saja terlihat tenang dan mengikuti kelas, padahal sebenarnya masih bingung dengan penjelasan yang diberikan.
Dalam kelas yang lebih kecil, guru memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperhatikan perkembangan setiap siswa. Mereka dapat lebih mudah melihat ketika seorang anak mulai kesulitan, kehilangan fokus, atau justru membutuhkan tantangan yang lebih besar.
Di JA School Bali, pembelajaran dilakukan dalam lingkungan dengan small classes dan pendekatan yang lebih personal. Hal ini memberikan kesempatan kepada guru untuk mengenal siswa bukan hanya dari hasil tugas atau nilai mereka, tetapi juga dari cara mereka belajar dan berkembang di kelas.
Bagi anak yang sedang beradaptasi dengan lingkungan belajar menggunakan bahasa Inggris, perhatian seperti ini juga dapat membantu mereka merasa lebih nyaman untuk bertanya dan menyampaikan ketika mereka belum memahami sesuatu.
Fokus dalam Belajar Bukan Berarti Anak Harus Selalu Diam
Ada satu hal yang sering disalahartikan ketika membicarakan fokus.
Anak yang duduk diam belum tentu benar-benar memahami apa yang sedang dipelajari. Sebaliknya, anak yang banyak bertanya atau berdiskusi bukan berarti mereka tidak memperhatikan.
Dalam banyak situasi, bertanya justru merupakan bagian dari proses belajar.
Ketika seorang siswa mengatakan belum mengerti sebenarnya mereka sedang melakukan sesuatu yang sangat penting. Mereka menyadari bahwa ada bagian yang belum mereka pahami dan memiliki keberanian untuk meminta penjelasan.
Begitu juga ketika mereka mencoba menjawab meskipun belum yakin jawabannya benar.
Lingkungan belajar yang baik seharusnya memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan hal tersebut tanpa merasa takut salah.
Karena proses belajar tidak selalu berjalan lurus. Ada kalanya anak memahami sesuatu dengan cepat, ada kalanya mereka membutuhkan lebih banyak waktu, dan keduanya merupakan bagian yang normal dari perkembangan mereka.
Bagaimana Jika Anak Justru Mudah Bosan?
Tidak semua masalah fokus disebabkan oleh materi yang terlalu sulit.
Ada juga anak yang kehilangan fokus karena materi yang diberikan terasa terlalu mudah atau kurang menantang. Ketika mereka sudah memahami konsep lebih cepat dibandingkan teman-temannya, mereka mungkin mulai kehilangan ketertarikan.
Dalam kondisi seperti ini, memberikan lebih banyak tugas belum tentu menjadi solusinya.
Yang dibutuhkan mungkin justru tantangan yang lebih sesuai dengan kemampuan mereka.
Inilah salah satu manfaat dari lingkungan belajar yang lebih personal. Guru dapat melihat apakah seorang siswa membutuhkan bantuan tambahan atau justru membutuhkan kesempatan untuk berkembang lebih jauh.
Dengan memahami hal tersebut, proses belajar dapat menjadi lebih relevan bagi masing-masing siswa.
Bahasa Inggris Seharusnya Membantu Anak Belajar, Bukan Menjadi Hambatan
Bagi sekolah internasional, bahasa Inggris tentu merupakan bagian penting dari kehidupan akademik siswa. Namun tujuan akhirnya bukan sekadar membuat anak mampu berbicara bahasa Inggris.
Bahasa Inggris digunakan sebagai alat untuk belajar.
Anak menggunakannya ketika membaca, berdiskusi, memahami science, menyelesaikan matematika, menulis, melakukan presentasi, dan menyampaikan pendapat.
Semakin sering bahasa tersebut digunakan dalam konteks yang nyata, semakin natural pula penggunaannya.
Karena itu, lingkungan English-speaking dapat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan belajar bahasa Inggris hanya sebagai satu mata pelajaran.
Di JA School Bali, siswa belajar dalam lingkungan berbahasa Inggris dengan Pearson Edexcel International Curriculum. Pendekatan ini membantu siswa menggunakan bahasa Inggris bukan hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari proses akademik mereka sehari-hari.
Bagaimana dengan Anak yang Baru Masuk International School?
Tidak semua anak memulai pendidikan internasional sejak kecil. Ada yang baru berpindah ketika Primary, ada yang masuk saat Secondary, dan ada juga yang baru mengenal sistem pendidikan internasional ketika sudah berada di jenjang yang lebih tinggi.
Perpindahan seperti ini tentu membutuhkan proses adaptasi.
Anak harus terbiasa dengan lingkungan baru, teman baru, guru baru, dan mungkin juga cara belajar yang berbeda dari sekolah sebelumnya.
Karena itu, orang tua tidak perlu langsung berharap semuanya berjalan sempurna sejak hari pertama.
Yang lebih penting adalah melihat apakah anak secara bertahap mulai merasa nyaman, semakin berani bertanya, lebih aktif berkomunikasi, dan mulai memahami cara belajar di lingkungan barunya.
Dukungan dari guru dan komunikasi yang baik dengan orang tua dapat memainkan peran penting selama proses tersebut.
Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Ketika anak mulai sulit fokus atau terlihat kesulitan memahami pelajaran, mungkin langkah pertama bukan langsung menambah les atau memberikan lebih banyak latihan.
Cobalah memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya membuat mereka kesulitan.
Tanyakan bagaimana mereka merasa ketika belajar. Dengarkan ketika mereka mengatakan bahwa suatu materi terlalu sulit atau terlalu mudah. Perhatikan apakah mereka merasa nyaman bertanya kepada guru. Dan jika memungkinkan, komunikasikan hal tersebut dengan pihak sekolah.
Dari sana, orang tua dan guru dapat melihat apakah anak membutuhkan dukungan tambahan, cara belajar yang berbeda, atau mungkin tantangan yang lebih sesuai.
Karena terkadang, perubahan yang dibutuhkan bukan pada anaknya, tetapi pada cara kita membantu mereka belajar.
Bagaimana JA School Bali Mendukung Setiap Siswa?
Di JA School Bali, kami memahami bahwa tidak semua siswa datang dengan kemampuan, pengalaman, dan cara belajar yang sama.
Karena itu, pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang lebih personal melalui small classes dan personalised learning. Guru memiliki kesempatan untuk mengenal siswa lebih dekat, memahami perkembangan mereka, dan memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
JA School Bali menyediakan pendidikan dari Primary, Lower Secondary hingga High School, dengan Pearson Edexcel International Curriculum dan English-speaking environment. Dengan lingkungan seperti ini, siswa tidak hanya belajar untuk mendapatkan nilai yang baik. Mereka juga didorong untuk menjadi lebih percaya diri dalam bertanya, berdiskusi, menyampaikan ide, dan mengambil tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri.
Pada akhirnya, setiap anak memiliki perjalanan yang berbeda. Ada anak yang langsung percaya diri di kelas. Ada yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Ada yang cepat memahami materi, sementara yang lain membutuhkan penjelasan lebih banyak.
Tidak ada yang salah dengan itu, yang penting adalah anak berada di lingkungan yang mampu melihat perbedaan tersebut dan membantu mereka berkembang. Jadi, kalau anak Anda sebenarnya bisa bahasa Inggris tetapi masih sering kehilangan fokus atau kesulitan memahami pelajaran, mungkin masalahnya bukan karena mereka tidak bisa.
Mungkin mereka hanya membutuhkan cara belajar yang lebih sesuai dengan dirinya.
Dan terkadang, menemukan lingkungan belajar yang tepat bisa menjadi langkah pertama untuk membuat anak kembali merasa nyaman, percaya diri, dan menikmati proses belajar mereka.