Homeschooling di Jakarta sedang naik daun dan tidak pernah menjadi tren panas seperti sekarang selama pandemi ini. Kita semua pernah berpikir tentang homeschool untuk anak-anak kita. Namun, membuat keputusan (baik secara finansial & emosional) tidaklah mudah. Di sini kami merinci poin-poin utama untuk membantu Anda memahami apakah homeschooling adalah pilihan yang baik untuk anak Anda atau tidak.

1. TUJUAN

"Hidup tanpa tujuan seperti balapan tanpa garis finis, Anda tidak berlari kemana-mana"

Membuat keputusan apa pun tanpa mengetahui ke mana hal itu akan membawa kita bisa menjadi bencana. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, sangat penting untuk memulai dengan tujuan akhir.

Berikut adalah beberapa contoh penetapan tujuan untuk homeschooling:

  • Dini Tingkat Dasar: untuk meningkatkan keterampilan membaca, menulis, matematika & sains dasar.
  • Sekolah Dasar Atas: memiliki landasan yang kuat dalam mata pelajaran inti.
  • Sekolah Menengah Bawah: siapkan basis untuk IGCSE / O level Atas 
  • Sekunder: sukses di IGCSE atau mengambil jalur perguruan tinggi
  • Sekolah Menengah Atas: persyaratan untuk universitas.

Pertanyaan penting untuk ditanyakan: 

  • Dapatkah homeschooling membantu saya mencapai tujuan di atas?
  • Apakah anak saya memiliki minat / hobi lain?

2. Preferensi anak saya

Tanpa disadari, kita membuat banyak keputusan tanpa menyadari kebutuhan anak kita. 

Pertanyaan penting untuk ditanyakan:

  • Tanyakan kepada anak Anda seberapa suka dia pergi ke sekolah?
  • Apa hal terbaik tentang sekolah?
  • Apa yang Anda tidak suka tentang sekolah? (Anda akan mendapatkan wawasan berharga) 

3. Amati: Introvert atau Ekstrovert?

Meskipun tidak jelas apakah file manfaat homeschooling lebih kepada seorang ekstrovert atau introvert, beberapa hal yang dapat dipertimbangkan orang tua untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Pertanyaan penting untuk ditanyakan:

  • Apakah anak saya sangat suka bersosialisasi? 
  • Apakah anak saya mudah bosan di rumah?
  • Apakah anak saya merasa lebih nyaman di rumah?
  • Apakah anak saya merasa lebih percaya diri dalam kelompok kecil?

4. Fleksibilitas: 

Orang tua tidak boleh menyangkal fakta bahwa sistem pendidikan kita tidak dirancang untuk setiap anak. Ini mungkin berhasil atau tidak untuk kebutuhan semua orang dan kita harus dengan tulus menerimanya.  

Pertanyaan penting untuk ditanyakan:

  • Apakah anak saya merasa kewalahan dan stres di sekolah?
  • Apakah produktivitas dan kualitas pembelajaran anak saya telah dikompromikan? 
  • Apakah ada mata pelajaran yang di luar kemampuan anak saya?
  • Bisakah anak saya menjadi berkinerja lebih baik jika diberi lebih banyak fleksibilitas?

5. Pengakuan 

Kurangnya informasi pada dasarnya berarti mengasumsikan hal-hal yang mungkin tidak benar (kebanyakan salah). Orang tua sering membedakan homeschooling dengan sekolah biasa dalam hal pengenalan. Tapi nyatanya, keduanya hanyalah metode pembelajaran, bukan hasil akhir. Sangat penting untuk disadari bahwa sekolah adalah media penyelenggara pendidikan.

Pertanyaan penting untuk ditanyakan:

  • Bisakah anak saya memiliki kualifikasi yang sama seperti di sekolah biasa?
  • Sertifikasi apa yang akan diterima dan diakui?

7. Faktor resiko 

Pengambilan keputusan sangat sederhana jika kita menganalisis dengan benar dan menuliskan pro dan kontra. Pikirkan baik-baik apa yang lebih buruk bisa terjadi. 

Pertanyaan penting untuk ditanyakan:

  • Apa risiko mencoba homeschooling?
  • Bisakah anak saya mendapatkan pengalaman baru? (Percobaan) 
  • Dapatkah anak saya dengan mudah kembali ke sekolah normal jika homeschool tidak sesuai?

Mempertimbangkan semua ini tentunya dapat membantu membuat keputusan yang tepat untuk masa depan anak Anda. Juga, luangkan waktu untuk hubungi kami untuk konsultasi gratis. Di Jakarta Academics, kami sangat ingin memberi tahu Anda apakah Anda harus mempertimbangkan homeschooling atau tidak.